Masyarakat Mesir adalah masyarakat yang aneh,tapi juga unik.Dicelah-celah bangunan bercorak tempoe doeloe di Awalbah,sambil menunggu ammu membaiki kipas angin,along dan angah dipelawa duduk diatas dua buah kerusi usang.
Kami memperhatikan keadaan sekeliling kami.Sungguh kawasan yang usang dan kotor.Untung kami berdua datang dari keluarga yang sederhana,terbiasa dengan keadaan yang sebegitu.Kalau tidak,takkan mau kami mengotori sepatu kami dengan jalanan yang bercorakkan kesan-kesan ludah dan sampah itu.
ammu sangat cekatan membaiki kipas angin itu.Kepunyaan seorang teman,yang minta dibaiki.Along pula membawa kipas angin ateh,yang sudah lama sakit.Walau pun capek karena sebelah paginya kuliah,along gagahi juga mengangkut kipas yang sudah 2 kali menemani musim panas along di Mesir ini.
Ammu meneruskan kerjaannya.Along tertarik untuk melihat keadaan sekeliling kami.Di suatu sudut,tepatnya disebelah tembok gedung Omar Effendi,terdapat hamparan tikar-tikar plastik yang direntangkan begitu saja diatas tanah.Beberapa laki-laki separuh baya tidur-tiduran,yang lainnya ngobrol santai sambil salah seorang diantara mereka bikin syai arousa,teh khas mesir yang wangi baunya.
Along heran,kok santai sekali mereka itu ya?Apa nggak punya rumah?angah berpendapat mungkin mereka memang tidak punya rumah atau nomad,alias suka pindah-pindah,hidup dimana saja.Mereka sepertinya tidak dipengaruhi oleh kesibukan manusia lain yang seakan dikejar waktu menguruskan kehidupan dunia disebalik tembok yang satu lagi.Mereka seakan-akan puas dengan hanya bisa duduk bersama,ngobrol,sambil mulut mereka sesekali menghirup teh harum yang masih berasap itu.
Disisi lainnya,dibawah bangunan separo siap yang seakan-akan barusan dibedil peluru tentara Israel,sekumpulan manusia bersantai dengan tenangnya disitu.Ayah,ibu,anak,kakek,nenek,dan entah siapa lagi.Mungkin kerabat atau mungkin mereka tidak saling kenal.Ya,mereka juga menghirup syai,malah ditambah dengan kenikmatan menghisap syisya.
Aneh,apa yang mereka lakukan disini?
Sekadar istirahat setelah berjalan jauh?
Along cuma heran,gimana mereka seperti pengangguran yang bahagia?Nggak punya apa-apa tapi bisa hidup ridho dan nerimo kayak gitu.Mereka seakan menikmati kemiskinan mereka,ketidakpunyaan mereka...dan semuanya bisa tergantikan dengan hanya menghirup secangkir teh dan obrolan bersama kawan dan keluarga.
Tak perlu ruwet memikirkan masalah manusia yang sibuk itu,masalah negara yang tak kunjung selesai,masalah ekonomi dunia yang runyam hari-harinya,masalah yuran kuliah yang tak berbayar....
Sangat nikmat ternyata memperhati golongan miskin di Mesir menikmati kemiskinan mereka.Hampir timbul rasa simpati dan kasihan,tapi rasa itu sepertinya tak perlu,karena tertawa yang mereka pamerkan itu seperti memberitahu kita bahwa dunia ini milik mereka.
Dan tiba-tiba azan asar berkumandang,membubarkan obrolan mereka.Tanpa menunggu lagi,kaum laki-laki segera ke mesjid berdekatan untuk membina barisan saf dibelakang imam.
Along masih memerhati...memerhati...dan memerhati...hingga akhirnya tersentak akibat disapa sang ammu pembaiki kipas,"Usholli?ta`ali"(mau solat?ayo)
Awalbah,15:05 sore
3 comments:
terima kasih shara,
entry kali ni buat akk rsa kembali merindui barakah di bumi mesir
sampai sini semalam rsa mcm xbest lgsg..kini Allah dh buka hati sikit demi sikit..sini bumi barakah, mana mungkin akn timbul rsa menyesal dgn menjejakkan kaki di sini..
akk suka entry nih~mmg terbaik lah!
teruskan lg eh along!~ ;)
wiwit~bgslah.tahniah2.:)
@k.hani: klau bhs indonesia bleh la,klau suh wat dlm BM surrender ah,hehe
@bulen: toce toce
Post a Comment